Sejarah Terciptanya City Car Di Indonesia

Sejarah Terciptanya City Car – Mobil kota atau populer dengan julukan City Car, kini sudah membanjiri jalan raya dunia, termasuk Indonesia. Disebut City Car, sebab memang diperuntukkan dipakai di kota yang lalu lintasnya padat, lahannya terbatas, dan memerlukan efisiensi ruang. City Car didesain berukuran kecil, praktis, minimalis, tanpa mengurangi keandalannya. 

Kalau Anda pengguna Toyota Yaris, Honda Brio, Nissan March, Suzuki Baleno, atau Daihatsu Sirion, maka mobil itu tergolong City Car. Ada pula yang berkonsep City Car Low Cost Green Car (LCGC) seperti Brio Satya, Daihatsu Ayla, Toyota Calya atau Suzuki Karimun. Sama seperti jenis mobil lain, City Car pun wajib dirawat secara berkala agar mesinnya tahan lama.

Sejarah Terciptanya City Car

Ada pernak pernik menarik seputar sejarah City Car ini. Ayo kita bahas bersama.

  • Dikenal dengan beberapa nama

Dikenal pula dengan nama Urban Car atau Mini Car di beberapa negara. Di Jepang, pusatnya otomotif dunia, mobil ini dikenal sebagai Kei Car yang berarti mobil ringan. The European Commissions menetapkan bahwa yang dimaksud dengan City Car adalah mobil dengan jumlah penumpang sedikit.

 

  • Muncul karena Great Depression

Konsep City Car dipicu oleh krisis ekonomi besar yang dikenal dengan Great Depression di seantero dunia. Mobil yang awalnya diproduksi bagi kalangan elit, mulai tergeser pasarnya ke kalangan menengah ke bawah. 

Pada era 1920-1930, produsen mobil Amerika dan Eropa mulai memproduksi mobil yang harganya terjangkau bagi semua kalangan. Mobil jenis ini yang populer di masanya adalah Austin 7, Fiat 500 “Topolino”, disusul Crosley. Trend ini terus berlanjut di dekade-dekade berikutnya. 

Produsen mobil lain mulai menelurkan mobil-mobil berukuran kecil yang ekonomis namun kualitasnya tetap terjaga. Isetta di Italia, Fulda di Jerman, hingga Citroen di Perancis.

 

  • Booming City Car Jepang

Sebagai rajanya otomotif dunia, Jepang tidak ketinggalan mengembangkan konsep City Car. Sejak zaman Perang Dunia II, Jepang sudah memiliki kebijakan memproduksi City Car yang di sana disebut Kei Car, tepatnya pada 8 Juli 1949. Lebih tepatnya ini kebijakan sejenis Low Cost Green Car (LCGC), yaitu mobil ekonomis yang ramah lingkungan. Disusul kemudian dengan produksi besar-besaran mobil sejenis selama oleh Daihatsu, Mitsubishi, Subaru, Suzuki, dan Honda. Sejak itu pula mobil-mobil ekonomis buatan Jepang tersebut mulai membanjiri dunia. Harganya lebih miring ketimbang mobil Eropa dan Amerika, serta pemakaian bahan bakarnya dikenal irit.

  • Invasi ke Indonesia

Ingat Suzuki Karimun yang dijuluki sebagai kotak sabun? Ya, karena bentuknya yang kotak banget, praktis, dan simpel. Inilah jenis City Car yang pertama kali populer di Indonesia pada era 1990-an. Desainnya mengadopsi Kei car Jepang yang mungil tapi andal. Tak lama Daihatsu merilis Ceria sebagai City Car berkonsep LCGC di Indonesia. Setelah itu produsen mobil Korea Hyundai, Daewoo dan KIA  tak mau ketinggalan luncurkan City Car. 

Menarik juga ya sejarah City Car ini. Walau harganya ekonomis, desainnya mungil dan sederhana, City Car tetap bisa tangguh di jalan raya. Selama dirawat dengan rajin, misalnya dengan mengganti oli secara berkala, maka mesinnya tahan lama. 

Ingat selalu untuk memakai oli berkualitas yang sudah berlabel SNI, agar mobil kita awet seperti oli X-TEN. Mengapa oli X-TEN ini dikatakan sebagai oli berkualitas, selain karena sudah sesuai standar SNI dan JASO, oli ini mengandung bahan ester yang merupakan base oli tertinggi saat ini. 

Bahan ester yang terkandung di dalam oli X-TEN, selain olinya tahan lama, ternyata juga bikin mesin tahan lama dan membuat tarikan mesin mobil Anda entengnya tahan lama. Mengapa demikian, karena oli ini mampu bekerja dalam suhu panas, penguapannya sangat rendah dan bikin hemat bahan bakar juga. 

Jadi tunggu apa lagi, ayo segera gunakan oli berkualitas dari X-TEN, biar mobil City Car milik Anda entengnya tahan lama dan mesinnya tahan lama.

Tiffany Robertson

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top